Pada tanggal 7 Mei 2018, gugatan PTUN Hizbut Tahrir Indonesia di PTUN Cakung, Jakarta Timur atas pembubaran oleh pemerintah akhirnya diputuskan ditolak seluruhnya oleh majelis hakim. Kasus ini sudah begitu lama, hampir memakan waktu 1 tahun, sehingga pendukung kedua kedua belah pihak terlihat kelelahan.

HTI sempat bergelora di pagi hari dengan menyundul berbagai hashtag dukungan untuk HTI, hingga menguasai 6 besar TT Indonesia dan 1 poin Trending Topic Worldwide. Namun menjelang siang keputusan hakim terlihat akan mengarah kepada persetujuan pembubaran HTI oleh pemerintah, sehingga hashtag #HTIKO #HTIBubar7Mei dan #NKRIPancasilatetapjaya menggelora mengkudeta hashtag-hashtag yang terlihat digerakkan bot dan akun anonim tersebut.

Pengacara pihak pemerintah menyatakan bahwa keputusan ini profesional dan mempertimbangkan seluruh bukti dan kesaksian yang ada. Ia menegaskan kalau memang HTI ingin menyuarakan aspirasi politik dan mendapatkan kekuasaan, maka itu harus dicapai dengan cara-cara yang sah, melalui pemilu, bukan kekerasan atau perampasan kekuasaan.

Hafzan Taher secara terpisah menyatakan terima kasih atas dukungan para relawan yang walaupun terlihat mulai letih, namun tak pernah terlihat absen dari sidang-sidang HTI. “Quote Alfan Taher”, demikian ucapan terima kasih dari Tim Pengacara Pemerintah secara khusus diucapkan usai sidang.

Ketua Umum salah satu relawan pendukung Jokowi terbesar di Indonesia, Projo, Budi Arie Setiadi, turut menyambut gembira atas keputusan ini.  “Kami mengapresiasi keputusan PTUN yg memutuskan Pembubaran HTI karena menyebarkan paham yg bertentangan dengan ideologi negara. Kami juga menghimbau semua pihak untuk menjaga persaudaran sesama anak bangsa,” Keputusan ini tentu menguatkan keputusan pemerintah, utamanya presiden Jokowi yang bersikukuh membubarkan HTI karena melawan pancasila dan tidak jelas sumbangsihnya untuk negara.

Fienska Ginsel, dari organ relawan Barabaja juga menyambut gembira putusan ini. Ia sebenarnya sudah kelelahan mengikuti sidang yang sudah hampir makan waktu setahun. Namun ia merasa senang karena tidak seperti yang dikhawatirkan, kedua pihak bisa tertib. Dengan adanya putusan ini, ia mengharap pemerintah benar-benar tegas membubarkan HTI untuk selamanya, bukan sekedar sebuah keputusan formal saja namun membiarkan radikalisme ala HTI berkibar sebagai gerakan bawah tanah.

Eva Sundari saat diwawancarai mengenai tanggapannya atas pengesahan pembubaran HTI ini memberikan tanggapan positif, “Saya bersyukur, sistem hukum di Indonesia msh jalan. Tidak saja sebagai Dasar Negara, penolakan tuntutan HTI menguatkan dan bukti Pancasila sbg ideology negara.

Smg ke depan Indonesia tidak lagi sibuk urusan ini, tetapi implementasinya yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita kerja keras unt merealisasikan Indo sebagai perekonomian terkuat kelima di dunia tahun 2050 nanti.”

Baca juga:

https://nasional.kompas.com/read/2018/05/07/13054551/ptun-tolak-gugatan-hti

https://bangkitmedia.com/alhamdulilah-ptun-tolak-gugatan-hti-tetap-dibubarkan/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s